Home / Pemrograman / PHP / Memahami Struktur Kondisi pada PHP (Logika IF-ELSE)

Memahami Struktur Kondisi pada PHP (Logika IF-ELSE)

Salam Sobat TuliKode.com. Pada artikel ini TulisKode.com akan mengulas tuntas mengenai struktur Logika Kondisi/Percabangan (pengambilan keputusan) pada PHP. Apa itu Logika Kondisi/Percabangan?? Agar mudah dipahami saya akan coba berikan sebuah analogi. Pada kehidupan sehari-hari kita selalu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan berbagai hal/kondisi-kondisi. Misalnya Ada seorang anak baru lulus SMA yang ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi A pada Program Studi teknik informatika. Selain itu ternyata si anak ini juga punya pilihan lain yaitu jika ia tidak diterima di perguruan tinggi A tersebut ia memutuskan untuk berbisnis dan membuka sebuah usaha penjualan. Secara ringkas kita sudah mendapatkan 2 keputusan yang akan diambil oleh anak tersebut berdasarkan 2 kondisi yaitu : jika diterima di kampus A (ia akan kuliah di kampus A pada Prodi Teknik Informatika), jika tidak (ia akan berbisnis dan membuaka sebuah usaha). Ok..Saya rasa teman-teman sudah dapat Point nya. Konsep pengambilan keputusan ini lah pada setiap bahasa pemograman dikenal sebagai Struktur Kondisi /Percabangan (pengambilan keputusan). 🙂 Sudah padam kan konsepnya?? Kita lanjutkan. Pada setiap bahasa pemrograman stuktur kondisi/percabangan berfungsi untuk melakukan pemilihan atas perintah yang akan sesuai dengan kondisi tertentu atau sederhananya kita dapat mengatur apakah sebuah perintah akan dijalankan atau tidak berdasarkan pada suatu kondisi.

Pada pemograman PHP sendiri, terdapat 4 perintah untuk membuat sebuah struktur kondisi/percabangan yaitu if, if-else, if-elseif dan switch. Mari kita ulas satu persatu.

Perintah IF

Perintah if digunakan untuk menjalankan satu atau lebih pernyataan berdasarkan kondisi tertentu. Berikut aturan penulisan sintak IF :

if (kondisi) {
pernyataan yang akan dijalankan apabila kondisi IF benar/bernialai true
}

Tanda kurung kurawal menandakan blok perintah yang dijalankan jika kondisi bernilai true.

Contoh program :
saya akan menampilkan tulisan “Selamat Farhan Anda lulus di Perguruan Tinggi A pada Program Studi Teknik Informatika” nilai hasil seleksi farhan > 79 (lebih besar dari 79).

<br />
$nilai_farhan=85;<br />
if($nilai_farhan &gt; 79){<br />
echo &quot;Selamat Farhan Anda lulus di Perguruan Tinggi A pada Program Studi Teknik Informatika&quot; ;<br />
}<br />

Jika sobat menjalankan program tersebut, maka akan tampil kalimat “Selamat Farhan Anda lulus di Perguruan Tinggi A pada Program Studi Teknik Informatika” di web browser, karena kondisi IF pada program diatas terpenuhi atau bernilai True.

Perintah IF – ELSE

Perintah IF – ELSE digunakan untuk memilih salah satu pernyataan berdasarkan kondisi tertentu. Perintah ini akan menjalankan peryataan tertentu jika kondisi bernilai benar namun bila kondisi tidak memenuhi  maka perintah akan menjalankan pernyataan yang lain. Adapun aturan penulisan IF-ELSE sebagai berikut:

if (kondisi) {
pernyataan 1 akan dijalankan apabila kondisi IF benar/bernialai true
} else {
pernyataan 2 akan dijalankan apabila kondisi IF salah/bernialai false
}

Contoh program :
saya akan menampilkan tulisan “Selamat Farhan Anda lulus di Perguruan Tinggi A pada Program Studi Teknik Informatika” nilai hasil seleksi farhan > 79 (lebih besar dari 79) dan menampilkan kalimat “Mohon Maaf Farhan Andabelum dapat diterima di Perguruan Tinggi A pada Program Studi Teknik Informatika” jika nilainya dibawah 80.

<br />
$nilai_farhan=75;<br />
if($nilai_farhan &gt; 79){<br />
	echo &quot;Selamat Farhan Anda lulus di Perguruan Tinggi A pada Program Studi Teknik Informatika&quot; ;<br />
}else{<br />
	echo &quot;Mohon Maaf Farhan Anda belum dapat diterima di Perguruan Tinggi A pada Program Studi Teknik Informatika&quot; ;<br />
}<br />

Jika sobat menjalankan program tersebut, maka akan tampil kalimat “Mohon Maaf Farhan Anda belum dapat diterima di Perguruan Tinggi A pada Program Studi Teknik Informatika” di web browser, karena kondisi IF pada program diatas tidak memenuhi/bernilai False sehingga peryataan dalam blok ELSE akan dijalankan.

Perintah IF – ELSEIF

Perintah IF – ELSEIF digunakan untuk menjalankan suatu pernyataan tertentu dengan melibatkan lebih dari satu kondisi. Aturan penulisan IF-ELSEIF adalah:

if (kondisi1) {
pernyataan 1
}elseif (kondisi2) {
pernyataan 2
}else{
pernyataan 3
}

Contoh program :
saya akan menampilkan tulisan “Nilai Ujian Matematika Farhan adalah A” jika nilai hasil ujian matematika >85 (lebih besar dari 85) dan menampilkan tulisan”Nilai Ujian Matematika Farhan adalah B” jika hasil ujiannya > 65 (lebih besar dari 65) serta menampilkan tulisan “Nilai Ujian Matematika Farhan adalah C” jika hasil ujiannya < 65 (lebih kecil dari 85).

<br />
$nilai_farhan=75;<br />
if($nilai_farhan &gt; 85){<br />
	echo &quot;Nilai Ujian Matematika Farhan adalah A&quot; ;<br />
}elseif($nilai_farhan &gt; 65)<br />
	echo &quot;Nilai Ujian Matematika Farhan adalah B&quot; ;<br />
}else{<br />
	echo &quot;Nilai Ujian Matematika Farhan adalah C&quot; ;<br />
}<br />

Jika sobat menjalankan program tersebut, maka akan tampil kalimat “Nilai Ujian Matematika Farhan adalah C” karena kondisi IF dan ELSEIF pada program diatas tidak memenuhi/bernilai False sehingga peryataan dalam blok ELSE akan dijalankan.

Alternatif Lain Penulisan Perintah IF

Pada contoh sebelumnya kita selalu menggunakan tanda tanda kurung kurawal sebagai tanda awal dan akhir IF, namun PHP menyediakan cara penulisan lain untuk menandai akhir perintah IF, yaitu diawali dengan tanda titik dua (:) dengan diakhiri dengan endif.

Aturan penulisannya:

if (kondisi) :
peryataan 1;
endif

contoh program:

<br />
$nilai_farhan=85;<br />
if($nilai_farhan &gt; 79):<br />
echo &quot;Selamat Farhan Anda lulus di Perguruan Tinggi A pada Program Studi Teknik Informatika&quot; ;<br />
endif<br />

Perbedaan cara penulisan alternatif ini dengan yang sebelumnay hanya pada tanda titik dua (:) setelah penulisan kondisi, dan diakhiri dengan perintah endif di akhir statement. Terlepas dari itu sobat bebas mau menggunakan format yang telah disediakan.

Akhirnya kita sampai di akhir pembahasan mengenai struktur Logika IF, namun tunggu Dulu..masih ada 1 lagi yang belum kita bahas yaitu strutur kondisi SWICTH. Penasaran gimana cara menggunakan SWITCH, nantikan artikel lanjutanmengenai ini di TuliKode.com

About Admin

Check Also

codeigniter

PHP Native dan Codeigniter

Dalam tahun ini dan seterusnya mungkin saya akan berhadapan dengan framework codeigniter, dikarenakan tuntutan pekerjaan …

Leave a Reply